Kamis, 27 Juni 2019

Setitik Sinar - My Cerpen 4

Setitik Sinar
Fifi Aprilia

Setelah membaca berhari-hari novel yang halamannya mencapai angka 400 itu, aku menangis ditonton ibu dan kakakku yang menertawakanku. Dalam hati, aku tersadar. Aku seperti dibangunkan kembali dari tidur dalam ruangan pengap yang menghimpitku. Cahaya itu kembali benderang menyelinap melalui balik tirai yang sedikit tersibak. Yepat mengenai lensa mataku. Membuatku bangun dan bertindak. Aku harus cepat bertindak. Sebelum kamar pengap ini membunuhku. Memikirkan banyak cara agar bisa keluar dari sana menghirup udara segar. Aku terus memikirkan caranya sambil melakukan rencana-rencana yang sudah menumpuk dalam kepalaku. Cahaya itu semakin benderang selagi aku terus berusaha. Dan aku percaya. Sangat percaya bahwa aku akan menghirup udara segar terbebas dari ruangan sempit yang pengap ini. Selalu ada jalan di setiap kebimbangan dan selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian.

Minggu, 02 Juni 2019

Tentang Kesempatan - My Cerpen 3

Tentang Kesempatan

Fifi Aprilia

Sore ini aku rebahan diatas tempat tidur. Merasakan pegal-pegal setelah membantu ibu masak dan bersih-bersih. Tangan ku seperti biasa scroll di berbagai sosmed. Puluhan notifikasi muncul. Ada 1 pesan whatsapp yang membuatku ingin membukanya.

Ada sebuah gambar yang dilengkapi dengan caption. Aku baca dengan teliti. Dan tulisan itu sukses membuat emosiku naik. Bagaimana tidak?
Begini: aku adalah orang yang mempunyai banyak impian. Ingin memiliki segudang prestasi, pengalaman, organisasi, banyak teman, banyak uang, dan sederet kebanggaan lainnya. Namun, ketika kesempatan itu hadir, kesempatan itu tidak ditujukan untukku. Tapi selalu ditujukan pada orang sama.

Sejenak aku berpikir dan sejenak aku teringat tentang fungsi pemerataan. Disitu aku berpikir jika kesempatan itu selalu tidak datang kepadaku, maka akan sampai kapan aku akan merasakan nikmatnya meraih impianku selama ini? Jika kesempatan itu selalu datang pada orang yang sama, maka bagaimana dengan yang lain yang memiliki keinginan yg sama bahkan bisa jadi memiliki potensi yang lebih dari orang itu? Yang ada, orang pinter makin pinter orang bego makin bego. Karena kesempatan jarang menghampiri orang bego. Nah, jadi dimana letak fungsi pemerataan itu? Apakah hanya formalitas belaka? Haha

Tapii, sedetik kemudian ada bisikan lembut yang entah darimana ia berasal. Bisikan itu menyuruhku untuk beristighfar. Maka akupun berucap "astagfirullohaladziim" Selanjutnya aku merasa menyesal karena telah marah seperti itu. Aku harus yakin dan kini aku sudah yakin. Sangat yakin malah. Bahwa dilain waktu, kesempatan itu akan menghampiri diriku. Aku akan menjadi orang yang banyak dibutuhkan, inspirator, dan menghasilkan banyak karya. Aku yakin aku akan menjadi orang besar dengan sejuta kemampuan. Aku yakin. Dan hal ini telah aku sampaikan pada yang Maha Menjadikan. Yakni Allah swt. Jika Allah sudah berkehendak, maka apapun bisa terjadi. Termasuk menjadikanku orang besar, sukses dunia akhirat bersama orang-orang tercinta. Aamiin.